Mungkin di antara kita ada yang pernah mendengar kata-kata motivasi seperti judul di atas. Itu merupakan sebuah motivasi yang bisa menghindarkan kita dari sifat mudah menyerah. Membuat jiwa yang pantang menyerah dan akan terus berusaha sampai mendapatkan apa yang diinginkan, tetapi dalam konteks yang positif.
Banyak di antara kita jika mengalami kegagalan langsung merasa down atau menyerah. Faktor utama penyebabnya adalah merasa diri sendiri tidak memiliki bakat.
Marilah kita cermati para siswa yang duduk di bangku sekolah. Pelajaran yang menjadi momok bagi mereka adalah matematika. Mereka mengalami banyak masalah dalam hal pelajaran ini. Jika kita tanya mengapa nilai mereka selalu jelek, mereka mungkin akan menjawab bahwa pelajaran Matematika adalah pelajaran yang paling sulit, susah dihapal atau dimengerti. Tetapi jika kita cermati lebih jauh, mereka akan bilang bahwa orang yang jago matematika adalah orang yang berbakat, sehingga mereka pikir, belajar atau tidak, tetap tidak akan tidak bisa.
Rasa tidak memiliki bakat inilah racun yang paling ganas yang menggerogoti manusia agar tidak dapat meraih kesuksesan. Bahkan mungkin istilah bakat hanya digunakan sebagai alasan saja untuk menyerah.
Thomas Alfa Edison sang raja penemu pernah mengungkapkan bahwa untuk meraih sukses dibutuhkan 1% bakat dan 99% kerja keras. Siapakah yang tidak mengenal Edison yang pernah menemukan lampu bohlam. Beliau menemukan penemuan besar ini dengan perjuangan yang keras. Bahkan ada yang bilang bahwa Beliau harus mengalami kegagalan sampai 99 kali, dan akhirnya sukses di percobaan yang ke-100. Apakah bohlam lampu ditemukan oleh Beliau karena kejeniusannya? Mungkin iya. Tetapi yang jelas tanpa kerja kerasnya sehingga harus mencoba sampai ratusan, niscaya bohlam lampu tidak akan bersinar.
Jadi, jika orang lain bisa, kita pasti bisa. Tinggal kita menjalankan rumus : 1% bakat dan 99% kerja keras. Jika sudah melakukan itu, selanjutnya tinggal berdoa dan tawakkal.
doa masuk kemana bos ?
yang 1% atau yang 99% ?
Bukannya sekarang lagi tren tuh, bekerja efisien : 1 % usaha memperoleh 99% hasil ?
hahahaha….